Archive for the 'IPB' Category

PRESS RELEASE KANOPI (Kajian Online Pertanian Indonesia) KE-1

Kajian Online Pertanian Indonesia (KANOPI) merupakan salah satu program kerja Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI) yang bekerja sama dengan BEM Fakultas Pertanian IPB. Kajian online ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum sebanyak 256 orang dari seluruh Indonesia yang merepresentasikan potret pertanian Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui sejauh mana tingkat kepedulian masyarakat dan mahasiswa umum terhadap kondisi pertanian Indonesia, serta memberikan gambaran bahwa di luar yang kita pikirkan, masyarakat asing sudah mengintai lahan subur pertanian Indonesia. Kajian online kali ini di adakan dengan menggunakan aplikasi chatting Whatsapp. Panitia dari kajian ini terdiri dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor yaitu Engge Mustamei selaku moderator, Imam Fauzi Tanjung, Fahmi Muhammad, Sri Riski Maryani, Aprizal, Hilman Kurniawan, dan Bimo. Pemateri pada kajian kali ini ialah Bapak Prima Gandhi SP, M.Si yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Kajian diadakan pada hari Senin, 12 Desember 2016 pukul 19.30 sampai 23.30 WIB dan dibuka dengan pembacaan basmalah oleh moderator. Selanjutnya kajian dimulai dengan membaca artikel yang dibuat oleh Divisi Kajian Strategis BEM Faperta IPB dengan jeda waktu pembacaan artikel selama 5 menit. Acara dilanjutkan dengan sharing mengenai masalah pertanian yang ada di daerah masing-masing peserta diskusi serta menanggapi berbagai cerita yang telah dipaparkan oleh peserta diskusi lainnya.

Cerita peserta diskusi beraneka macam, dimulai dari maraknya alih fungsi lahan yang terjadi, seperti menjadi pertambangan liar, menjadi bandara, menjadi agroekosistem monokultur, dan permasalahan bibit yang mahal. Permasalahan lain yang marak dibicarakan adalah mengenai beralihnya para petani menjadi pekerja buruh di perusahaan asing.

Penyampaian materi oleh Bapak Prima Gandhi SP. M.Si, memaparkan mengenai terusiknya kedaulatan Indonesia baik dari luar maupun dari dalam. Dari luar, kedaulatan Indonesia terusik akibat masuknya petani asing ke Indonesia sementara dari dalam terusiknya kedaulatan berupa makin sedikitnya lahan pertanian dan alih fungsi besar-besaran yang terjadi di Indonesia. Riset dari pemateri mengatakan bahwa negara ini masih belum berpihak pada petani dan rakyat kecil sehingga dibutuhkan pergerakan mahasiswa yang massif, terstruktur, dan progresif untuk mempertanyakan kehadiran negara dalam dunia pertanian. Regenerasi petani yang terus menurun sejalan dengan menurunnya jumlah mahasiswa pertanian dan penguasaan sektor pertanian baik sektor hulu maupun hilir yang kini dipegang oleh korporasi asing juga turut serta dalam menambah permasalahan pertanian yang ada di negeri ini.

Usai pemaparan materi, dibuka sesi tanya jawab antara peserta diskusi dan pemateri. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi tanya-jawab ini. Peserta mempertanyakan cara mengatasi komoditas pangan yang sekarang dikuasai oleh korporasi asing. Pemateri mengatakan bahwa cara konkrit dalam mengatasi masalah ini ialah membeli dan mengonsumi pangan dari petani, kurangi konsumsi produk pangan korporasi asing dengan menanam tanaman, serta kampanye secara masif untuk memakan produk pangan petani di kampus. Selain itu dapat dilakukan dengan meminta pemerintah mengurangi izin korporasi di bidang pangan yang menguasai hajat hidup orang banyak, ke DPR, Kemendag, Kementan, Kemenperindustrian. Pertanyaan lain yang diajukan ialah mengenai perlunya mengadakan aksi turun jalan untuk menekan pemerintah yang selama ini masih tidak bisa mendukung petani Indonesia. Pemateri mengatakan bahwa aksi turun jalan adalah langkah terakhir bila audiensi tidak diterima oleh penguasa, atau penguasa tuli dengan masukan dari rakyatnya.

Maraknya alih fungsi lahan menjadi materi yang juga dibahas dalam diskusi kali ini. Banyaknya praktek alih fungsi lahan yang melanggar Undang-Undang Lahan Abadi seharusnya menjadi konsentrasi pemerintah dalam mencari upaya penyelesaiannya. Selain itu pembahasan mengenai ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan juga menjadi focus pembahasan. Pemateri menegaskan bahwa tiga aspek tersebut harus bergerak searah dan serentak. Jika negara ini ingin berdaulat, kemandirian adalah aspek utama. Kita perlu berdaulat. Sebab, jika kita hanya mengandalkan ketahanan pangan, kita bisa dengan mudah diatur oleh negara lain. Mengentaskan tantangan terbesar negeri ini mengenai kapitalisme dan pengkhianat dari bangsa kita sendiri membutuhkan kesepakatan dan keserentakan langkah kita bersama dengan gerakan sosial yang masif.

Antusiasme peserta diskusi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ingin diajukan kepada pemateri. meskipun pada awalnya banyak pertanyaan yang keluar dari topik, namun diskusi tetap berjalan lancar. Hanya saja, pada beberapa hal, terdapat kelemahan pada diskusi kali ini. Acara diskusi yang mundur dari jadwal yang telah disusun, banyaknya pembicaraan yang keluar dari topik, dan tidak teraturnya sistem tanya-jawab merupakan beberapa hal yang perlu dievaluasi dari kegiatan ini. Dan acara Kajian Online Pertanian Indonesia selesai dan ditutup oleh moderator.

Terlampir: Screencapture obrolan

kanopi-2kanoi-3kanopi-1

Created by : TIM Kajian Strategis  BEM Faperta IPB 2017 bekerja sama dengan Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI)

Agriculture Youth Leader Camp 2015

Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) menggelar Agriculture Youth Leader Camp (AYLC) pada 12-14 Februari 2015 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Acara ini melibatkan 14 universitas dari Fakultas Pertanian, diantaranya Universitas Sriwijaya, Universitas Bangka Belitung, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Muria Kudus, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Mataram, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjungpura dan tuan rumah Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertemakan “Initiative Collaboration for Indonesia Agriculture”. Dari tema yang diangkat diharapkan para peserta yang terdiri dari mahasiswa pertanian dapat semakin terbuka wawasannya tentang perkembangan pertanian dari para stake holderterkait seperti pemerintah dan DPR, Akademisi, dan kalangan pebisnis terutama di era pemerintahan Jokowi-JK. Kemudian, mahasiswa juga dibekali wawasan terkait kesiapan Indonesia khususnya kesiapan di bidang pertanian dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 nanti. Selain bekal wawasan, peserta juga mendapatkan pelatihan Search and Rescue (SAR) yang diajarkan oleh para pelatih dari TNI angkatan udara Lanud Atang Sendjaja dan kolaborasi gerakan kemanusiaan yang bekerja sama dengan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), untuk persiapan menghadapi situasi dan kondisi kebencanaan yang sering terjadi di Indonesia. Terakhir, tak lengkap jika mahasiswa pertanian tidak dibekali dengan dengan manajemen produksi pertanian. Maka, di hari terakhir peserta mendapatkan pembekalan dan pelatihan budi daya buah naga dan pepaya calina yang dilaksanakan di Kebun Pendidikan Sabisa Farm milik Fakultas Pertanian IPB. Pelatihan yang didapatkan mulai dari teknik budi daya, penanganan pasca panen, hingga pemasarannya.

Menurut Dekan Fakultas Pertanian IPB, Ernan Rustiadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pangan bukan barang biasa, melainkan barang politik yang tidak bisa diperlakukan seperti komoditas pada umumnya, bahkan dengan produk pertanian yang lain. “Pangan memiliki nilai ketahanan bangsa. Salah satu unsur ketahanan bangsa yang pokok adalah ketahanan pangan,” ujar dia. Lalu, menurut beliau, Petani di masa depan adalah petani pengusaha, yang terlahir dari petani-petani terdidik. Sehingga ke depannya menjadi Petani, merupakan profesi yang menjanjikan.

Ketua Panitia AYLC 2015, Mirza Ramadhana Putra, menambahkan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah terlahirnya sebuah kolaborasi yang diinisiasi oleh para mahasiswa dengan para stake holder terkait seperti Pemerintah, DPR, Pebisnis, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang Pangan. Karena pangan, tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena pangan, adalah soal “Hidup dan Mati-nya Bangsa”.

Gathering Perdana BEM FAPERTA 2015

Senin, 22 Desember 2014 bertempat di ruang kelas AGB 3.01 telah dilaksanakan Gathering Perdana BEM FAPERTA 2015. Sebanyak 98 pengurus BEM Faperta resmi diterima menjadi bagian dari keluarga BEM Faperta 2015 dan akan menjadi pengurus tetap selama satu periode dibawah kepemimpinan Fauzan Azhim (MSL 49) sebagai ketua dan Fadel M Parinduri (AGH 49) sebagai wakil. Pukul 19.00 acara Gathering Perdana BEM Faperta resmi dimulai, dipandu  oleh Fadel M Parinduri dan Anugerah Putera sebagai Master of Ceremony. Acara dimulai dengan penayangan video dokumentasi pembacaan ikrar BEM Faperta Kabinet Kavaleri dan video perjalanan singkat pembentukan keluarga baru BEM Faperta 2015. Dilanjutkan dengan penyampaian kembali visi dan misi yang menjadi tujuan organisasi oleh ketua BEM Faperta periode 2015, Fauzan Azhim, sekaligus memperkenalkan seluruh departemen dan biro yang ada serta para kepala departemen yang akan membantu memimpin para anggota menyusun dan melaksanakan program kerja. Secara struktural BEM Faperta 2015 terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I & II, Bendahara I & II, Biro Internal, Departemen Adkesmah, Departemen Fokustik, Departemen Eksternal dan Alumni (EA), Departemen Olah Raga (Depor), Departemen Kreasi dan Seni (KRESEN), Departemen PSDM, Departemen Mitra Desa, Departemen Agrimove, Departemen Akademi Prestasi (Akpres), Departemen Fundrising, dan Departemen Lingkungan Hidup.

Acara berlanjut khidmat dengan pembacaan bersama ikrar pengurus BEM Faperta 2015 yang dipimpin oleh Fauzan Azhim dan Fadel M Parinduri untuk senantiasa menjaga semangat dan komitmen dalam kepengurusan setahun kedepan. Seusai pembacaan ikrar, tiap departemen diberi waktu lebih kurang 20 menit untuk berkumpul bersama anggota masing-masing. Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Robbi Aulia Helmi, kadept Lingkungan Hidup dan pemberian reward kepada peserta (LAE).

Wawancara Tahap 1-Kavaleri New Army School

Wawancara Tahap 1- Kavalery New Army School

By Departemen PSDM BEM A


Senin 22 September 2014- Kegiatan wawancara magang BEM A baru saja berlangsung. Peserta dari ke empat departemen yang ada di Fakultas Pertanian berbondong-bondong mengikuti kegiatan wawancara tersebut. Magang BEM A adalah salahsatu program dari Departemen PSDM BEM A yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang akan berkontribusi aktif menjadi bagian dari keluarga BEM di Fakultas Pertanian. Kegiatan ini bernama “Kavaleri New Army School”. Semoga dengan kegiatan ini mereka akan lebih mengenal bagaimana peran BEM di Fakultas Pertanian, sehingga akan timbul semangat untuk mereka berkontribusi aktif di lembaga kemahasiswaan Faperta. Karena pemuda menjadi bagian dari tonggak perjuangan bangsa, maka peran mahasiswa dalam lembaga kemahasiswaan di nilai penting adanya.

Kegiatan wawancara magang BEM A terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 22 September 2014, dan tahap ke dua dilaksanakan pada tanggal 23 September 2014. Kegiatan wawancara di tahap pertama berlangsung mulai pukul 19.00, dan direncanakan berakhir pada pukul 20.45. Peserta yang mengikuti kegiatan wawancara di tahap pertama ini ada sekitar 37 mahasiswa, dan selebihnya akan diikutsertakan di wawancara tahap ke dua. Departemen yang mengadakan kegiatan wawancara yaitu Departemen PSDM, Adkesmah, BOS, Keuangan, Pendidikan, Internal, Kominfo, dan, Jaktan.

IMG_20140922_195948IMG_20140922_201317

Dewa merupakan salahsatu peserta magang BEM A dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan yang daftar di Departemen BOS. Ia berpendapat bahwa keberadaan BEM ini dinilai penting salahsatunya sebagai sarana dalam menyatukan suara departemen menjadi satu kata ‘Faperta’. Diharapkan peran BEM ini dapat memaksimalkan peran dan fungsi dari ke empat departemen yang ada di Faperta. Pendapat lainnya yaitu Abin, mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura angkatan 50. Ketika ditanya tentang alasan kenapa mengikuti magang, ia mengaku bahwa ia kepo terhadap seluk beluk di Faperta. Ia merasa cukup penasaran dengan departemen BOS yang katanya unsur olahraga lebih muncul dibanding unsur seninya. Ada apa dengan itu??. Sementara mahasiswa lain dari Departemen yang sama, mengaku bahwa ia tertarik dengan hal-hal yang berbau sosial, dan ia daftar sebagai peserta magang di Dertemen Adkesmah. Berharap semoga keikutsertaannya dalam magang BEM A dapat menjadi titik awal untuk ia berkontribusi di Faperta. Namanya yaitu Ainun, mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura angkatan 50.

Bersambung…………..

 

Next Page »