MenOr 1 Kepompong KITA

Mentoring organisasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengupgrade kemampuan keorganisasian dan merupakan agenda yang wajib dihadiri oleh seluruh pengurus BEM Fakultas Pertanian 2015. Kegiatan ini di usung oleh biro internal. Mentoring organisasi 1 dilaksanakan pada hari Minggu 01 Maret 2015 yang bertempat di Ruang Kuliah HPT 301. Acara dimulai pada pukul 18.45 dipandu oleh Fauzan Muzakki dari Departemen Eksternal dan Alumni, dan Maya Eka Sari dari Departemen Kreasi dan Seni BEM Fakultas Pertanian 2015.

Acara dibuka dengan tilawah yang dilantunkan oleh Fauzan Muzakki, dilanjutkan dengan penyampaian materi dengan tema “Aktivis Prestatif Sebagai Solutor untuk Pertanian Indonesia”oleh Muhammad Sigit Susanto (Proteksi Tanaman 46) yang merupakan PRESMA IPB Tahun 2013. Kegiatan menghadirkan atsmosfer berbeda bila dibandingkan dengan presentasi saat kuliah biasanya, semua yang hadir mendengarkan dengan fokus, kak Sigit mengatakan bahwa beliau datang bukan untuk memberikan motivasi, tetapi memberikan inspirasi dari pengalaman hidup yang telah ia lalui. Acara menjadi semakin menarik ketika kak sigit berkata bahwa hakikat kehidupan itu dimulai dari niat, usaha, ibadah, hasil, manfaat. Segala sesuatu yang diniatkan dengan baik dan usaha yang seimbang akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan pula, jika memnag tidak memuaskan maka kita harus tetap mensyukuri hasil yang ada. Ketika kita memiliki impian yang tinggi, maka kita harus siap menerima ujian yang akan datang, seperti halnya kita memainkan layang-layang, layang-layang akan terbang tinggi jika ada angin kencang. Jadikanlah kata impossible menjadi I’M POSSIBLE.

Dalam penyampaiannya, kak Sigit menuturkan bahwasannya organisasi bukan suatu penghalang dalam mendapatkan prestasi yang baik pula dalam akademik. Kita harus dapat menyeimbangkan waktu dalam mengatur pola prioritas antara akademik dan organisasi. Kita harus dapat mengenali terlebih dahulu tipe belajar pada diri kita sendiri, karena mjika kita mengetahui pola belajar kita maka tak akan sulit untuk membentuk keseimbangan antara akademik dan organisasi. Kenali cara belajarmu, gunakan kesempatan yang ada untuk belajar, syukuri hal yang telah kita miliki jangan selalu melihat ke atas, lihatlah ke bawah, dimana orang lain masih bisa tersenyum bahagia menikmati hidup walaupun mereka tidak memiliki kesempatan yang sama seperti kita. begitulah kira-kira wejangan sekaligus closing statement dari kak Sigit yang juga menandai berakhirnya kegiatan ini.

No Comment

No comments yet

Leave a reply