Archive for February 17th, 2015

Agriculture Youth Leader Camp 2015

Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) menggelar Agriculture Youth Leader Camp (AYLC) pada 12-14 Februari 2015 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Acara ini melibatkan 14 universitas dari Fakultas Pertanian, diantaranya Universitas Sriwijaya, Universitas Bangka Belitung, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Muria Kudus, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Mataram, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjungpura dan tuan rumah Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertemakan “Initiative Collaboration for Indonesia Agriculture”. Dari tema yang diangkat diharapkan para peserta yang terdiri dari mahasiswa pertanian dapat semakin terbuka wawasannya tentang perkembangan pertanian dari para stake holderterkait seperti pemerintah dan DPR, Akademisi, dan kalangan pebisnis terutama di era pemerintahan Jokowi-JK. Kemudian, mahasiswa juga dibekali wawasan terkait kesiapan Indonesia khususnya kesiapan di bidang pertanian dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 nanti. Selain bekal wawasan, peserta juga mendapatkan pelatihan Search and Rescue (SAR) yang diajarkan oleh para pelatih dari TNI angkatan udara Lanud Atang Sendjaja dan kolaborasi gerakan kemanusiaan yang bekerja sama dengan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), untuk persiapan menghadapi situasi dan kondisi kebencanaan yang sering terjadi di Indonesia. Terakhir, tak lengkap jika mahasiswa pertanian tidak dibekali dengan dengan manajemen produksi pertanian. Maka, di hari terakhir peserta mendapatkan pembekalan dan pelatihan budi daya buah naga dan pepaya calina yang dilaksanakan di Kebun Pendidikan Sabisa Farm milik Fakultas Pertanian IPB. Pelatihan yang didapatkan mulai dari teknik budi daya, penanganan pasca panen, hingga pemasarannya.

Menurut Dekan Fakultas Pertanian IPB, Ernan Rustiadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pangan bukan barang biasa, melainkan barang politik yang tidak bisa diperlakukan seperti komoditas pada umumnya, bahkan dengan produk pertanian yang lain. “Pangan memiliki nilai ketahanan bangsa. Salah satu unsur ketahanan bangsa yang pokok adalah ketahanan pangan,” ujar dia. Lalu, menurut beliau, Petani di masa depan adalah petani pengusaha, yang terlahir dari petani-petani terdidik. Sehingga ke depannya menjadi Petani, merupakan profesi yang menjanjikan.

Ketua Panitia AYLC 2015, Mirza Ramadhana Putra, menambahkan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah terlahirnya sebuah kolaborasi yang diinisiasi oleh para mahasiswa dengan para stake holder terkait seperti Pemerintah, DPR, Pebisnis, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang Pangan. Karena pangan, tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena pangan, adalah soal “Hidup dan Mati-nya Bangsa”.